Minggu, 05 Mei 2013

Kekerasan dan Hilanganya Toleransi

Sebenarnya bukan kali ini saja hati saya merasa tertegum, kenapa saya katakan begitu, perlu kita garis bawahi bahwa kita hidup di negri yang menurut saya sangat indah ini namun menyisakan tanda tanya yang besar bagi saya. Bagaimana tidak, tindakan kekerasan terhadap agama tertentu sepertinya bukan barang baru lagi, bahkan sudah begitu meresahkan.Hukum hanya tertulis di lembaran-lembaran kertas yang terlipat dengan rapihnya, hanya untuk dibaca dan di ingat saja tanpa tindakan yang nyata.

Saya seorang muslim tapi saya bukan orang shaleh (hanya berharap kelak menjadi orang yang sholeh) disini saya bukan bermaksud membela kaum tertentu atau pun menyalahkan agama tertentu yang ingin saya katakan disini adalah tentang ajaran islam yang sesungguhnya. Saya akui, saya bukan seorang akademisi ataupun seorang kritikus tapi hati saya merasa ada ganjalan yang begitu besar ingin menyampaikan sesuatu tapi saya sadar saya bukan siapa-siapa saya hanya manusia biasa yang tak punya kedudukan bahkan hartapun tak punya, dan disinilah saya punya tumpua ingin menuliskan tentang pendapat saya bagaimana menghargai hak orang lain dan tentang toleransi antar agama atau pun antar suku.

Lahir dan dibesarkan di Indonesia yang mayoritasnya penduduk muslim berasaskan Pancasila sudah semestinya kita bisa hidup berdammpingan dan saling menghormati satu dengan yang lainnya. Masih ingat di benak kita semua, berapa banyak kejadian-kejadian yang menimpa saudara kita yang menjadi tindak kekerasan agama tertentu hanya karena berbeda ideologi semata, berapa banyak nyawa yang di korbankan,

Mereka rela mati demi kenyakinannya, mereka rela terusir dari kampung halammannya, hanya untuk mendapatkan kedamaian tanpa ada gangguan namun apa yang mereka dapat. Berbalik dengan apa yang mereka impikkan, di kucilkan, tak punya perlindungan, mungkin hatinya menjerit melihat kenyataan yang begitu pahit, hatinya tersayat-sayat yang menibulkan luka, luka yang harusnya di obati malah di kasih garam coba bayangkan wahai para penguasa sangat perihh, perihh bangett, mungkin saya akan mmenangis sampai air mata ini habis.

Setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih agamanya sendiri dan negara harus melindungi hak tersebut, termasuk hak untuk beribadah sesuai dengan agamanya, tapi dengan apa yang kita lihat justru negara tak berdaya melindungi kaum minoritasnya, padahal Nabi besar Muhammad SAW datang untuk mengajarkan kemanusiaan, toleransi, kerendahan hati, persamaan hak, keadilan dan kasih sayang antar sesama. Nabi selalu menekankan bahwa kesadaran akan adanya Tuhan dalam kehidupan manusia merupakan gerbang menuju kehidupan yang lebih mulia, dengan kesadaran demikian, manusia tidak akan diperbudak lagi oleh ego mereka sendiri. Nabi Muhammad SAW sebenarnya mengajarkan kepada umatnya tentang toleransi dan kasih sayang kepada penganut agama lain.


Namun sayang, ketika banyak umat islam menyesuaikan diri dengan semangat yang di ajarkan dalam pesan nabi tersebut, masih saja ada muslim yang menyimpang dari ajaran tersebut. Akhir-akhir ini kita melihat bahwa agama digunakan sebagai alasan untuk menyebarkan kekerasan dan intoleransi.


Nabi berasbda:" siapapun yang mmembunuh seseorang karena kenyakinanya terhadap islam, tidak akan mencium bau sorga".? 

Nabi pun melindungi minoritas tapi bagaimana dengan para elit sekarang.!!!

“Mendengarlah dengan telinga yang penuh dengan toleransi ! melihatlah melalui mata yang penuh kasih sayang ! berbicaralah dengan bahasa yang penuh cinta !”





Senin, 29 April 2013

Carut Marut Film Nasional

Nonton film di Bioskop itu menyenangkan terutama kalo yang kita lihat film  yang di nanti-nantikan. Waaahhh... kesannya hmm pokonya okelahh.
Oke, saya ingin menyampaikan sesuatu buat para SINEAS INDONESIA kalo bikin film yang serius ya, hehhe, Soalnya film nasional kita itu agak monoton, judul filmnya bikin ILfeEL.. cerita filmnya kurang menarik, pokonya gak bangett dechh..tapi gak semua sehh. ada tapi banyak hahaha..

Saya juga gak tahu harus bilang apa, yang pasti saya ingin film hasil karya anak bangsa ini bisa lebih lagi, makin tahun kualitas film kita kian turun, sebenernya saya agak heran, kenapa alur ceritanya hampir mirip seperti itu-itu aja tak ubahnya film FTV.

Hay,,guys,, kapan ya film kita bisa bersaing oh,, Mustahil.. hehhe

Tak ada yang mustahil kalo mau..

Saya suka film hollywood karena filmnya penuh inspirasi yang memukau biarpun film fiksi tapi selalu ada pembeda, cara penulisan kata-katanya penuh filosofi, ada kata-kata bijak, meskipun kadang selalu memojokan kaum tertentu di balik itu semua film itu jadi menarik.

entah keterbatasan dana atau SDM tapi khn itu tak perlu jadi patokan, Ya meskipun dana sangat mempengaruhi kualitas film tapi kalo SDMnya kurang, peran yang di tampilkan juga kadang tak sesuai harapan, kenapa.. dan kenapa..


untuk mengalahkan film Hollywood ya jangan bermimpi, karena apa. Pertama, mereka sangat berpengalaman, kedua, mereka sangat profesional, ketiga, mereka tau apa yang akan mereka buat (film), keempat, mereka selalu mengutamakan kualitas, tapi dari itu semua apa kita tak bisa mencontohkannya, huh,,

mereka sangat teliti, sangat serius dalam membuat film,

ayo masa kita hanya jadi penonton doang sihh..


Minggu, 17 Maret 2013

GTA

wahh..bener-bener bikin gw pusing ajahh,,
gw heran sekalian bingung, antara galau atau gundah itu bedanya appah siihh? sama sajakhn.

Rencana lagii, rencana lagi,,bikin gw enekk sihh sebenernya,,gmn mau mo move on kalo begini terus sikap gw, heran gw?
gw terkadang bertanya-tanya apa sih yang gw ingikan yang sebenarnya, kadang maunya begini, tiba-tiba hilang hasratnya,, Seandainya gw dilahirkan punya harta banyak gw pengen keliling dunia, bisa bertemu dengan orang baru adalah hal yang paling menyenangkan, dari satu tempat ketempat yang lain sepertinya menyenangkan, bisa belajar dari lingkuangan baru, wooaahh.. sepertinya menyenangkan sekali,,hahha,, Kapan yachh bisa berpetualangg,,hahahha,, Cuman bisanya berandai-andai dan semuanya hanya ilusi belaka?
Baiklah, tak perlu khawatir bersiap tenang, ambil keputusan,,westt,,weestt,,jadi dachh, gampang dech, ya kalo cmn omongan ya gampang, tapi kalo dalam keadaan dan situasi yang tak memungkinkan yachh harus ada yang di korbankan??/

Optimis, yachh,, gw gak akan kenal lelah akan gw tempuh apapun resikonya yang penting jiwa gw merasa puass,,

Tungggu Tanggal mainnya?

Selasa, 12 Februari 2013

Tong kosong?

Adakalanya kita terjatuh, terhempas dan seketika hancur lebur berkeping-keping. Sakit memang, bagaimana tidak seseorang yang kita cintai dan berharap dia adalah yang terbaik yang kita pilih untuk menemani kita, menyayangi kita, dan mencintai kita hanya karena menemui jalan yang berliku semua berubah begitu cepat. Tak ada kata sayang atau pun cinta yang di ucapkan oleh bibirnya. Ironis sekal, bibir yang begitu indah hanya mengeluarkan kata-kata kotor kata yang tak sepatutnya keluar sangat menjijikan.

Sesal tinggal sesal tak bisa merubah segalanya, kini semuanya berakhir dengan sendirinya.

Seindah-indahnya perhiasan dunia adalah wanita yang saleha dan sehebat-hebatnya pria adalah yang memuliakan wanita yang di sayanginya.??

Minggu, 10 Februari 2013

10 Prinsip Dasar Tai Chi

1. Shen naik ke Atas.

Agar shen naik ke atas kepala maka kepala harus tegak lurus dengan leher. jangan menggunakan tenaga, meski kepala dapat tegak karena jika menggunakan tenaga, darah dan chi tidak dapat mengalir lancar. Jadi, meski ada niat untuk membiarkan shen naik ke atas, jika dipaksakan, tidak akan ada shen yang naik dan kesegaran mental tidak didapat. Tanda bahwa shen sudah naik adalah adanya sensasi getaran ringan di sepanjang leher dan kepala bagian belakang hingga ke ubun-ubun bagi beberapa orang yang peka, dan untuk yang kurang peka  efek tenang dan segar yang dapat dirasakan.

2. Rendahkan Dada, Naikkan Punggung.

Rendahkan dada berarti dada ditarik sedikit kedalam untuk memudahkan chi turun ke dantian (sekitar 3 inchi dibawah pusar). jangan mengembangkan dada, karena chi akan mengalir ke dada dan membuat ‘yang atas berat, yang bawah ringan’ dan tumit akan ‘terangkat’. Menaikkan punggung berarti memusatkan chi di punggung, yang secara otomatis terjadi setelah merendahkan dada karena chi akan mengalir di meridian tengah.

3. Mengendurkan Pinggang.

Pinggang mengendalikan batang tubuh. Mengendurkan pinggang memungkinkan kaki kuat berpijak sehingga kuda-kuda menjadi stabil.Semua variasi gerakan berporos di pinggang. Itu berarti pinggang menjadi poros gerakan tubuh. Dan pinggang menjadi poros gerakan pegas untuk mendorong dan membelokkan serangan lawan.

4. Membedakan yang ‘Kosong’ dan ‘Isi’.

Ini merupakan dasar filosofis dari semua gerakan dan penempatan tubuh serta inti dari teknik dasar dalam Tai Chi. Jika seluruh berat tubuh bertumpu di kaki kanan, maka berarti kaki kanan ‘Isi’ dan kaki kiri ‘Kosong’, begitupun sebaliknya. saat yang ‘Isi’ dan ‘Kosong’ dapat dibedakan, geraknya menjadi tidak bertenaga. Namun jika keduanya tidak dapat dibedakan, maka gerakan menjadi berat, dan kuda-kuda tidak stabil sehingga mudah dimanfaatkan lawan.

5. Rendahkan bahu. Jatuhkan Siku.

Rendahkan bahu berarti kedua bahu rileks dan jatuh alami.Jika bahu dinaikkan, chi akan naik dan seluruh tubuh akan kekurangan tenaga. Menjatuhkan siku berarti bahwa kedua siku rileks dan jatuh alami. Jika siku dinaikkan, otomatis bahu tidak akan turun, sehingga chi tidak mengalir jauh sampai ke ujung jari.Ini disebut ‘kekuatan yang terpecah’yang biasa terjadi pada beladiri eksternal.

6. Gunakan Kehendak, Bukan Kekuatan.

Saat berlatih Tai Chi, seluruh tubuh harus rileks, seharusnya tidak ada ketegangan di otot, tulang, dan aliran darah, yang menyebabkan pembatasan diri. Jika relaksasinya lengkap, maka tubuh menjadi lentur dan gesit dalam gerak sirkular, pegas, menurut kehendak kita.Tapi ‘bagaimana dapat mengembangkan kekuatan jika tidak menggunakan tenaga?’. Gunakanlah kehendak,  maka chi bisa diarahkan setiap saat.

7. Koordinasi Atas dan Bawah.

‘Akarnya ada di kaki, diambil dari kaki, dikendalikan oleh pinggang, diwujudkan di tangan dan jari’. Dari kaki ke pinggang, kesemuanya diselesaikan ‘di satu chi’spontan, terus-menerus tanpa henti dalam hitungan waktu satu kali bernapas yang nyaman. Gerak tangan, gerak pinggang, gerak kaki, dan keawasan mata kesemuanya berada dalam kesatuan gerak.

8. Kesatuan Eksternal dan Internal.

‘Pikiran adalah komandan, tubuh adalah pelaksana’. Ketika pikiran dilatih, gerakan dan tindakan menjadi ringan dan gesit. Pola Tai Chi adalah gerakan ‘kosong’ dan ‘isi’, ‘Nyata’ dan ‘Semu’, membuka dan menutup. Membuka tidak berarti hanya tangan dan kaki yang direntangkan, tetapi pikiran dan kehendak juga difokuskan. Jika internal dan eksternal, makrokosmos dan mikrokosmos dapat disatukan menjadi satu chi (atau tubuh energi), maka tak ada keterpisahan dalam kosmos.

9. Keberlanjutan tanpa Hambatan.

Gerakan mengalir seperti gelombang air terus menerus, terus berlanjut hingga setiap satu putaran akan diikuti oleh siklus berikutnya.Chi dialirkan secara terus menerus dengan kehendak yang menggerakkan anggota tubuh dan mengakumulasikan dalam satu chi dengan pernapasan yang memadai.

10. Mencari Ketenangan dalam Gerak.

Dalam Tai Chi, ketenangan mengarahkan gerak. Saat bergerak, ia dalam ketenangan.Strategi dasarnya adalah mengalir bersama gerak lawan, bukannya terus melawannya, sehingga praktisi Tai Chi harus tenang dan rileks dalam pertarungan untuk menggunakan teknik yang efektif.


Sumber: adandu.com
 

Kamis, 07 Februari 2013

6 Penyebab Kegagalan Membangun Customer Database

Marketing.co.id- Saya yakin, kita akan segera memasuki era di mana pelanggan menginginkan komunikasi dua arah. Mereka akan semakin tidak responsif dengan cara-cara komunikasi tradisional seperti iklan melalui media konvensional. Para marketer akan berhadapan dengan pelanggan yang ingin suaranya didengarkan. Mereka menyambut baik perusahaan yang menyediakan komunikasi dua arah dan semakin personal.
Pelanggan juga menginginkan komunikasi di mana mereka mempunyai kemampuan untuk mengontrol. Mereka ingin menjadi pelanggan yang mempunyai kekuasaan dan kebebasan mengatur dirinya kapan harus berkomunikasi.
Cara berkomunikasi dan media yang digunakan akan semakin beragam. Di masa mendatang akan muncul pululanat au bahkan ratusan cara dan pemilihan media untuk berkomunikasi. Revolusi teknologi internet dan seluler akan menjadi pendorong utama tersedianya alternatif baru ini.
Tidak mengherankan jika Integrated Marketing Communications (IMC) kemudian mendapatkan tempatnya yang sangat penting bagi pelaku bisnis. Seperti yang telah banyak saya tulis di kolom ini pada edisi sebelumnya, IMC akan mengalami beberapa fase, tergantung dari kesiapan dari perusahaan dan industri yang mereka masuki.
Pada fase pertama, perusahaan akan berupaya untuk mengintegrasikan pesan-pesan yang disampaikan kepada pelanggannya. Baik iklan di media elektronik, media cetak, below the line, call center, desain interior, dan lain-lain haruslah memiliki pesan yang konsisten.
Pada fase kedua, perusahaan yang menjalankan pendekatan IMC akan mencari cara-cara untuk mengontak dan berkomunikasi dengan pelanggan lewat media baru dan cara yang lebih kreatif. Pada fase ini, integrasi di antara berbagai kontak ini harus dilakukan. Call center tidak akan efektif bila tidak diintegrasikan dengan kontak layanan lainnya seperti customer service, promosi, event atau aktivitas below the line lainnya.
Dan pada fase ketiga, penggunaaan teknologi infomasi dan customer database tidak dapat dielakkan lagi. Fungsi dari IMC lebih banyak untuk meningkatkan retensi dan cross-selling. Tanpa customer database, jangan harap perusahaan sukses memasuki IMC tahap ketiga ini. Kenyataannya, banyak perusahan Indonesia yang gagal dalam membangun customer database. Apa penyebabnya?
Inilah enam Penyebabnya
Pertama, rendahnya kesadaran akan pentingnya customer database. Top Management tidak melihat bahwa membangun customer database adalah investasi yang penting. Ini bisa terjadi karena memang perusahaan belum melewati IMC fase pertama dan kedua.
Mereka tetap saja mengandalkan iklan-iklan konvensional. Mereka tidak mencari media baru dan cara baru untuk berkomunikasi. Penggunaan IT dan internet sebagai pendukung untuk berkomunikasi masih kecil atau hampir tidak ada. Mereka telah gagal melihat kebutuhan pelanggan di masa mendatang.
Kedua, perusahaan tidak membangun customer database karena tidak memiliki strategi loyalitas pelanggan. Mereka mengandalkan pertumbuhan melalui akuisisi pelanggan baru. Orientasi seperti ini membuat perusahaan hanya melakukan banyak upaya untuk memperkuat tenaga penjualan, tetapi lemah dalam mempertahankan pelanggan.
Tidak adanya strategi rentensi sudah pasti membuat perusahaan tidak pernah berpikir untuk membangun customer database yang memadai.
Ketiga, penyebab kegagalan perusahan dalam membangun customer database adalah karena budaya dan struktur organisasi yang tidak memadai. Perusahaan lemah dalam menciptakan budaya team work. Setiap divisi cenderung bekerja sendiri-sendiri. Perusahaan tidak memiliki sebuah proses yang mampu membuat antardivisi bekerja sama untuk menciptakan customer value.
Divisi pemasaran tidak mempunyai hubungan yang harmonis dengan divisi operasional dan divisi IT. Proses penciptaan customer database, yang sangat membutuhkan kerja sama yang erat di antara ketiga divisi ini, akhirnya tidak pernah terjadi.
Divisi IT cenderung membangun sistem, hardware, dan software untuk kepentingan divisi keuangan dan operasional semata atau bahkan untuk mereka sendiri, bukan untuk divisi pemasaran. Atau sebaliknya, divisi pemasaran tidak mampu memberikan arah dan strategi yang jelas bagi divisi IT agar mau membantu mereka.
Yang parah, bila kedua divisi ini kemudian tidak memiliki rasa saling percaya. Dalam derajat yang moderat, keengganan divisi IT disebabkan asumsi bahwa bagian pemasaran hanya memberikan tambahan pekerjaan bagi mereka.
Keempat, perusahaan tidak punya “blue print” atau konfigurasi dalam membangun database pelanggan. Kondisi ini paling mudah terlihat di perusahaaan-perusahaan kecil. Jangankan blue print, sering kali perusahaan juga tidak mengerti tentang data dan informasi yang harus dikumpulkan.
Dalam bahasa teknis, perusahaan tidak mampu membuat field database. Mereka tidak mampu menjawab pertanyaan seperti: data demografi apa saja yang harus dikumpulkan; data transaksi apa saja yang harus masuk dalam database; dan data perilaku apa yang harus diperoleh dari pelanggan.
Kegagalan kelima berhubungan dengan kemampuan melakukan updating. Bebeberapa perusahaan sudah memulainya dengan baik. Mereka sudah mempersiapkan hardware dan software yang sangat memadai, tetapi kemudian tidak mempertimbangkan bagaimana melakukan updating.
Data dan informasi yang baru tidak ter-update dengan baik. Ini bisa terjadi karena perusahaan tidak mempunyai komitmen yang tinggi untuk menyediakan tenaga yang cukup atau perusahaan tidak menyadari sebelumnya akan kecepatan perubahan data dan informasi yang mereka miliki.
Penyebab keenam atau terakhir berhubungan dengan penggunaan dari database itu sendiri. Perusahaaan sebenarnya memiliki customer database yang cukup baik. Jumlah data yang tersedia relatif lengkap. Problemnya, customer database tersebut tidak dianalisis secara periodik dan dimanfaatkan optimal oleh para marketer atau divisi lain. Akhirnya, banyak strategi dan keputusan yang dibuat oleh divisi pemasaran, justru tidak menggunakan database yang sudah mereka miliki.
Customer database hanya berguna apabila sudah dimanfaatkan. Jika tidak, data dan informasi yang tersimpan akhirnya tidak memberikan kontribusi terhadap pengembangan customer value. Saya yakin, berdasarkan pengalaman saya sebagai konsultan selama 15 tahun, perusahaan-perusahaan besar dari industri perbankan, asuransi, telekomunikasi, transportasi adalah sederet contoh bagaimana mereka telah gagal membangun customer database hanya karena tidak dimanfaatkan secara optimal.
Jadi, setiap hari ada data baru yang dikumpulkan dan setiap hari data yang diperbaharui sebagai bagian pekerjaan rutin yang harus mereka lakukan, tetapi tidak jelas untuk apakah semuanya pada akhirnya.
Sekali lagi, kemenangan persaingan di masa mendatang, akan sangat tergantung dari kekuatan customer database yang dibangun oleh perusahaan. Demikian pula dalam hal komunikasi dan promosi. Perusahaan yang memiliki customer database yang baik, akan memiliki peluang untuk meningkatkan efektivitas komunikasi secara dramatis.
Mereka berpeluang lebih besar dalam menciptakan loyalitas pelanggan dan sekaligus melakukan cross selling. Sudah saatnya, setiap perusahaan melakukan audit penyebab kegagalan dalam membangun customer database.
Amazon.com adalah bentuk perusahaan masa depan. Mereka memanfaatkan teknologi internet untuk membangun customer database dan berkomunikasi dengan para pelanggannya. Dalam survei American Customer Satisfaction Index (ACSI), perusahaan ini selalu mendapatkan skor jauh di atas rata-rata perusahaan lainnya. Mereka dapat memanfaatkan teknologi untuk berkomunikasi kepada individu-individu dengan sangat efektif.
Pelanggan puas karena mendapatkan informasi yang dibutuhkan dan sesuai dengan harapannya. Mengapa demikian? Mereka mengerti apa yang menjadi kebutuhan pelanggan dari perilaku transaksi di masa lalu.
Amazon.com dapat melacak buku-buku apa saja yang dibeli setiap pelanggan, kapan dibeli dan berapa banyak pelanggan telah membeli dalam satu tahun. Saat dikirimi e-mail, pelanggannya langsung tertarik untuk merespons. E-mail yang dikirim, sudah didesain sesuai dengan kebutuhan mereka.
Tidak mengherankan, pelanggan kemudian mulai membeli produk-produk lainnya. Perusahaan ini akan menjadi model perusahaan yang menjalankan IMC yang efektif karena kekuatan yang besar dari customer database yang mendekati sempurna untuk ukuran hari ini.
Ditulis oleh Handi Irawan D, Chairman Frontier Consulting Group

Rabu, 06 Februari 2013

Who I'am!!!

Berlebihan atau tidak judul yang saya buat diatas itu terserah teman-teman saja menilainya seperti apa, yang jelas saya hanya berusaha mencurahkan apa yang ada dan ingin saya sampaikan kepada teman-teman disini. 

Who I'am,  singkat. Namun mengandung arti yang sangat luas, entah untuk pribadi atau untuk hal-hal yang lain. Oke? Who I'am mungkin kita akan ingant tentang film yang di perankan oleh Jacke Chan. Bagaimana beliau berusaha mengembalikan siapa dirinya yang sebenarnya.

Seperti yang kita ketahui, dalam film tersebut menceritakan sebuah KONSPIRASI yang melibatkan agen-agen rahasia dari berbagai negara, tapi saya tak bisa menyebutkan secara detail, saya hanya berusaha menggambarkan tentang apa yang terjadi di negara tercinta kita (INDONESIA) dengan yang terjadi di film tersebut. Benarkah Negara Kita Korban Konspirasi?

Sampai saat ini, detik ini, jujur. Sepertinya Negara kita seperti tak punya Jati diri. Kenapa saya katakan seperti itu? Melihat kekayaan negara kita, beta kita tak bersyukurnya. Tanah yang subur, lautan yang membentang sangat luas sangat sulit untuk ditluiskan dengan kata-kata. Ironisnya, Rakyat kita tak menikmatinya.

Lalu, kita lihat sejarah kita, dari Pra-Sejarah, Kerajaan, Penjajahan, Perjuangan, Hingga Kemerdekaan. Apa ada data yang akurat tentang asal usul Orang Indonesia?


Oke, kita bahas lagi, Mungkin teman-teman sudah kenyang membaca sejarah kita, tapi apa kita sudah tahu apa yang sebenarnya yang kita inginkan?

Ada yang tahu gak yach.. Jati diri Indonesia itu seperti apa?