"Terus … Om Mario, mengapa melakukan kebaikan itu sulit?
Aku sudah mencoba dan mencoba lagi tapi, sulit sekali.
Mengapa ya?
Adikku yang baik hatinya,
Melakukan kebaikan itu sulit, karena saat ini melakukan yang tidak baik lebih mudah bagimu.
Dan jika engkau telah berkali-kali mencoba dan tetap merasa kesulitan, itu berarti engkau lebih lama terbiasa melakukan yang tidak baik bagimu.
Dan itu berarti dalam hidupmu selama ini, engkau lebih membiasakan dirimu dengan hal-hal yang hanya menjadikanmu merasa bersalah dan banyak gelisah dalam penyesalan.
Jadi bagaimana?
Mulailah dengan membangun kebiasaan baik, dengan melakukan kebaikan yang kecil-kecil, dari yang paling dekat dengan dirimu, dan segera.
Sudah banyak yang bisa, mengapakah engkau tidak?
Bukankah engkau sering merasa orang lain tak sepandai dirimu?
Janganlah menjadi orang yang dilirik oleh banyak orang, yang dalam hati mereka berdesah kasihan kepadamu:
“Hmm … baru yang segitu saja - dia tidak mampu … tapi maunya banyak dan impiannya besar.”
Come on! Mulailah dengan yang bisa kau lakukan.
Engkau memang tidak bisa melakukan semua hal yang akan mensukseskanmu, tapi engkau bisa melakukan yang paling mudah – TANPA menghina dirimu sendiri dengan mengatakan:
“Ngomong sih gampang, tapi yang ngejalani ini susah.”
Berhati-hatilah, karena nanti orang di sebelahmu bisa menasihatimu:
Kalau belum memulai saja sudah mengeluh, sebaiknya adik ke laut aja ya?
He he … peace!
I love you all guys,"
Aku sudah mencoba dan mencoba lagi tapi, sulit sekali.
Mengapa ya?
Adikku yang baik hatinya,
Melakukan kebaikan itu sulit, karena saat ini melakukan yang tidak baik lebih mudah bagimu.
Dan jika engkau telah berkali-kali mencoba dan tetap merasa kesulitan, itu berarti engkau lebih lama terbiasa melakukan yang tidak baik bagimu.
Dan itu berarti dalam hidupmu selama ini, engkau lebih membiasakan dirimu dengan hal-hal yang hanya menjadikanmu merasa bersalah dan banyak gelisah dalam penyesalan.
Jadi bagaimana?
Mulailah dengan membangun kebiasaan baik, dengan melakukan kebaikan yang kecil-kecil, dari yang paling dekat dengan dirimu, dan segera.
Sudah banyak yang bisa, mengapakah engkau tidak?
Bukankah engkau sering merasa orang lain tak sepandai dirimu?
Janganlah menjadi orang yang dilirik oleh banyak orang, yang dalam hati mereka berdesah kasihan kepadamu:
“Hmm … baru yang segitu saja - dia tidak mampu … tapi maunya banyak dan impiannya besar.”
Come on! Mulailah dengan yang bisa kau lakukan.
Engkau memang tidak bisa melakukan semua hal yang akan mensukseskanmu, tapi engkau bisa melakukan yang paling mudah – TANPA menghina dirimu sendiri dengan mengatakan:
“Ngomong sih gampang, tapi yang ngejalani ini susah.”
Berhati-hatilah, karena nanti orang di sebelahmu bisa menasihatimu:
Kalau belum memulai saja sudah mengeluh, sebaiknya adik ke laut aja ya?
He he … peace!
I love you all guys,"
— Mario Teguh
Tidak ada komentar:
Posting Komentar