Sebenarnya bukan kali ini saja hati saya merasa tertegum, kenapa saya katakan begitu, perlu kita garis bawahi bahwa kita hidup di negri yang menurut saya sangat indah ini namun menyisakan tanda tanya yang besar bagi saya. Bagaimana tidak, tindakan kekerasan terhadap agama tertentu sepertinya bukan barang baru lagi, bahkan sudah begitu meresahkan.Hukum hanya tertulis di lembaran-lembaran kertas yang terlipat dengan rapihnya, hanya untuk dibaca dan di ingat saja tanpa tindakan yang nyata.
Saya seorang muslim tapi saya bukan orang shaleh (hanya berharap kelak menjadi orang yang sholeh) disini saya bukan bermaksud membela kaum tertentu atau pun menyalahkan agama tertentu yang ingin saya katakan disini adalah tentang ajaran islam yang sesungguhnya. Saya akui, saya bukan seorang akademisi ataupun seorang kritikus tapi hati saya merasa ada ganjalan yang begitu besar ingin menyampaikan sesuatu tapi saya sadar saya bukan siapa-siapa saya hanya manusia biasa yang tak punya kedudukan bahkan hartapun tak punya, dan disinilah saya punya tumpua ingin menuliskan tentang pendapat saya bagaimana menghargai hak orang lain dan tentang toleransi antar agama atau pun antar suku.
Lahir dan dibesarkan di Indonesia yang mayoritasnya penduduk muslim berasaskan Pancasila sudah semestinya kita bisa hidup berdammpingan dan saling menghormati satu dengan yang lainnya. Masih ingat di benak kita semua, berapa banyak kejadian-kejadian yang menimpa saudara kita yang menjadi tindak kekerasan agama tertentu hanya karena berbeda ideologi semata, berapa banyak nyawa yang di korbankan,
Mereka rela mati demi kenyakinannya, mereka rela terusir dari kampung halammannya, hanya untuk mendapatkan kedamaian tanpa ada gangguan namun apa yang mereka dapat. Berbalik dengan apa yang mereka impikkan, di kucilkan, tak punya perlindungan, mungkin hatinya menjerit melihat kenyataan yang begitu pahit, hatinya tersayat-sayat yang menibulkan luka, luka yang harusnya di obati malah di kasih garam coba bayangkan wahai para penguasa sangat perihh, perihh bangett, mungkin saya akan mmenangis sampai air mata ini habis.
Setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih agamanya sendiri dan negara harus melindungi hak tersebut, termasuk hak untuk beribadah sesuai dengan agamanya, tapi dengan apa yang kita lihat justru negara tak berdaya melindungi kaum minoritasnya, padahal Nabi besar Muhammad SAW datang untuk mengajarkan kemanusiaan, toleransi, kerendahan hati, persamaan hak, keadilan dan kasih sayang antar sesama. Nabi selalu menekankan bahwa kesadaran akan adanya Tuhan dalam kehidupan manusia merupakan gerbang menuju kehidupan yang lebih mulia, dengan kesadaran demikian, manusia tidak akan diperbudak lagi oleh ego mereka sendiri. Nabi Muhammad SAW sebenarnya mengajarkan kepada umatnya tentang toleransi dan kasih sayang kepada penganut agama lain.
Namun sayang, ketika banyak umat islam menyesuaikan diri dengan semangat yang di ajarkan dalam pesan nabi tersebut, masih saja ada muslim yang menyimpang dari ajaran tersebut. Akhir-akhir ini kita melihat bahwa agama digunakan sebagai alasan untuk menyebarkan kekerasan dan intoleransi.
Nabi berasbda:" siapapun yang mmembunuh seseorang karena kenyakinanya terhadap islam, tidak akan mencium bau sorga".?
Nabi pun melindungi minoritas tapi bagaimana dengan para elit sekarang.!!!
“Mendengarlah dengan telinga yang penuh dengan
toleransi ! melihatlah melalui mata yang penuh kasih sayang ! berbicaralah
dengan bahasa yang penuh cinta !”
Saya seorang muslim tapi saya bukan orang shaleh (hanya berharap kelak menjadi orang yang sholeh) disini saya bukan bermaksud membela kaum tertentu atau pun menyalahkan agama tertentu yang ingin saya katakan disini adalah tentang ajaran islam yang sesungguhnya. Saya akui, saya bukan seorang akademisi ataupun seorang kritikus tapi hati saya merasa ada ganjalan yang begitu besar ingin menyampaikan sesuatu tapi saya sadar saya bukan siapa-siapa saya hanya manusia biasa yang tak punya kedudukan bahkan hartapun tak punya, dan disinilah saya punya tumpua ingin menuliskan tentang pendapat saya bagaimana menghargai hak orang lain dan tentang toleransi antar agama atau pun antar suku.
Lahir dan dibesarkan di Indonesia yang mayoritasnya penduduk muslim berasaskan Pancasila sudah semestinya kita bisa hidup berdammpingan dan saling menghormati satu dengan yang lainnya. Masih ingat di benak kita semua, berapa banyak kejadian-kejadian yang menimpa saudara kita yang menjadi tindak kekerasan agama tertentu hanya karena berbeda ideologi semata, berapa banyak nyawa yang di korbankan,
Mereka rela mati demi kenyakinannya, mereka rela terusir dari kampung halammannya, hanya untuk mendapatkan kedamaian tanpa ada gangguan namun apa yang mereka dapat. Berbalik dengan apa yang mereka impikkan, di kucilkan, tak punya perlindungan, mungkin hatinya menjerit melihat kenyataan yang begitu pahit, hatinya tersayat-sayat yang menibulkan luka, luka yang harusnya di obati malah di kasih garam coba bayangkan wahai para penguasa sangat perihh, perihh bangett, mungkin saya akan mmenangis sampai air mata ini habis.
Setiap orang memiliki kebebasan untuk memilih agamanya sendiri dan negara harus melindungi hak tersebut, termasuk hak untuk beribadah sesuai dengan agamanya, tapi dengan apa yang kita lihat justru negara tak berdaya melindungi kaum minoritasnya, padahal Nabi besar Muhammad SAW datang untuk mengajarkan kemanusiaan, toleransi, kerendahan hati, persamaan hak, keadilan dan kasih sayang antar sesama. Nabi selalu menekankan bahwa kesadaran akan adanya Tuhan dalam kehidupan manusia merupakan gerbang menuju kehidupan yang lebih mulia, dengan kesadaran demikian, manusia tidak akan diperbudak lagi oleh ego mereka sendiri. Nabi Muhammad SAW sebenarnya mengajarkan kepada umatnya tentang toleransi dan kasih sayang kepada penganut agama lain.
Namun sayang, ketika banyak umat islam menyesuaikan diri dengan semangat yang di ajarkan dalam pesan nabi tersebut, masih saja ada muslim yang menyimpang dari ajaran tersebut. Akhir-akhir ini kita melihat bahwa agama digunakan sebagai alasan untuk menyebarkan kekerasan dan intoleransi.
Nabi berasbda:" siapapun yang mmembunuh seseorang karena kenyakinanya terhadap islam, tidak akan mencium bau sorga".?
Nabi pun melindungi minoritas tapi bagaimana dengan para elit sekarang.!!!